Cara Penulisan Daftar Pustaka Dan Contohnya

Contoh penulisan daftar pustaka
Ilmusekolahan.com

Sebagai seorang mahasiswa atau bahkan siswa, kita sering dilibatkan dengan masalah penulisan daftar pustaka yang tercantum dalam sebuah karya ilmiah bisa berupa jurnal, tugas akhir atau laporan penelitian. Penulisan daftar pustaka yang baik dan benar sering dihiraukan oleh penulis karena merasa mudah untuk menulis daftar isinya.

Walaupun terkesan mudah bagi kebanyakan penulis, ternyata penulisan daftar isi ini ada tata cara serta format yang telah dikeluarkan oleh beberapa lembaga sehingga sering digunakan. Terlebih lagi banyak gaya/ style format penulisan daftar pustaka yang biasa digunakan.
Pada artikel ini, kita akan membahas bersama-sama mengenai cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar beserta contohnya.

Cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar ini sesuai dengan panduan penulisan daftar pustaka yang dirilis oleh Perpustakaan Universitas Gadjah Mada.

Mengapa Daftar Pustaka Penting?

Daftar pustaka merupakan susunan rujukan yang dirujuk oleh penulis dalam penulisan karya ilmiahnya. Dalam artian lain, penulis karya ilmiah mengutip bacaan dari sumber lain yang bukan merupakan idenya sendiri.

Daftar pustaka sangat penting karena bisa saja penulis dituntut oleh penulis lain tentang kekayaan intelektualnya yang dikutip. Apalagi dalam suatu karya ilmiah yang notabene harus dipertanggung jawabkan.

Selain itu, daftar isi juga berguna bagi penulis lain yang ingin mencari sumber langsung dari penulis aslinya sehingga rujukannya jelas dan terhindar dari kesalahan.

Gaya Penulisan Daftar Pustaka

Merujuk pada Pedoman Penulisan Sitiran yang dirilis oleh Perpustakaan Universitas Gajah Mada, ada beberapa gaya/ style penulisan daftar pustaka yang dikeluarkan oleh beberapa organisasi.

Diantaranya:

1. Apa style

Gaya daftar pustaka ini dikeluarkan oleh APA (American Phychological Association). Gaya penulisan ini sering digunakan oleh kalangan siswa maupun mahasiswa. 

Beberapa ciri gaya penulisan daftar pustaka ini diantaranya:
  1. Daftar pustaka disusun alfabetis berdasarkan nama belakang penulis atau judul bila tidak tercantum penulisnya
  2. Nama depan penulis ditulis hanya inisialnya saja
  3. Apabila ada penulis yang sama maka ditulis berurutan dari tahun yang paling lama
  4. Bisa ditambahkan huruf a, b, c setelah tahun.

2. MLA style

MILA kependekan dari Modern Language Association. Gaya penulisan ini dirancang sangat sederhana sehingga mempermudah penulis dalam menulis daftar pustaka. 

Beberapa ciri penulisan daftar pustaka dengan gaya ini, dantaranya:
  1. Nama  penulis  ditulis  lengkap  dengan  nama  belakang  atau  akhir  dituliskan  didepan. 
  2. Tahun terbit diletakkan pada bagian akhir. 
  3. Pada  beberapa  media  tertentu  dapat  ditambahkan  informasi  jenis  media dan format, misal cetak, online, web, dll. 
  4. Pada  sumber  online  cukup  menampilkan  tanggal  bulan  dan  tahun  diakses  tanpa menyebutkan sumber online‐nya. 

3. Chicago dan Turabian style

Gaya penulisan Turabian merupakan bentuk atau gaya penulisan daftar pustaka hasil penyederhanaan dari Chicago style. Gaya penulisan ini sering digunakan untuk penulisan di bidang sastra, sejarah dan seni.

Gaya Chicago dan Turabian memiliki beberapa ciri yaitu:
  1. Dalam  daftar  pustaka  atau  bibliografi penulisan nama penulis dibalik (nama akhir, nama depan) sedangkan penulis tambahan tidak dibalik. 
  2. Selalu  memberikan  informasi  tanggal  publikasi  atau  tanggal  terakhir  di‐update, apabila tidak ada gunakan kode:  n.d. 
  3. Judul  untuk  karya  tulisan  pendek  seperti  artikel,  lagu,  puisi,  cerita  pendek ditempatkan  dengan  memberikan  tanda  quotation  (“)  di  antara  judul  (“Judul”). 
  4. Tapi  untuk  judul  karya  tulisan  panjang  seperti  buku,  jurnal,  album,  film  ditulis italic atau miring (Judul) 

4. AMA style

Gaya penulisan AMA dikembangkan oleh American Medical Association. Gaya penulisan ini banyak digunakan untuk penulisan di bidang kesehatan, biologi dan kedokteran. Berbeda dengan gaya lainnya, gaya AMA tidak menuliskan nama penulis secara terbalik.

Ciri-ciri gaya penulisan AMA antara lain:
  1. Semua item dalam daftar pustaka didaftar berdasarkan urutan numerik. 
  2. Penulisan  penulis  ditulis  nama  belakang  terlebih  dahulu  kemudian  nama  depan ditulis  inisial  saja  dan  tidak  perlu  menggunakan  koma  di  antara  nama  belakang dan depan. 
  3. Penggunaan spasi tunggal dalam daftar pustaka. 

Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Buku

Cara penulisan daftar pustaka dari buku
Cara penulisan daftar pustaka dari buku

Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal Online

Cara penulisan daftar pustaka dari jurnal
Cara penulisan daftar pustaka dari jurnal online

Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet

Cara penulisan daftar pustaka dari internet
Cara penulisan daftar pustaka dari internet

Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Ebook

Cara penulisan daftar pustaka dari ebook
Cara penulisan daftar pustaka dari ebook

Penutup

Cara penulisan daftar pustaka tidaklah terlalu sulit ketika kita sudah mengetahui formatnya. Meskipun demikian gaya penulisan daftar pustaka selalu berkembang dikalangan akademisi atau peneliti. Mereka menggunakan gaya penulisan daftar pustaka milik sendiri untuk kepentingan tertentu. 


Sekian artikel tentang Cara Penulisan Daftar Pustaka dan Contohnya semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Terimakasih. Selamat belajar!