Sejarah Agama-agama Di Dunia

Sejarah Agama-agama di Dunia
Masjid Biru, Turki

Dalam sejarah beradaban manusia, paham beragama terus berkembang seiring dengan perkembangan pikiran dan kondisi yang melekat pada kehidupan manusia. Semakin maju manusia, maka banyak hal yang dapat manusia lakukan sendiri, maka semakin majulah cara pandang mereka. Cara pandang mereka lambat laun akan mempengaruhi sistem kepercayaan mereka.
Pada awal perkembangan agama di dunia, manusia mempercayai adanya kekuatan dari benda-benda di sekitar mereka. Mereka percaya bahwa benda-benda terseut memiliki kekuatan atau roh. Kepercayaan inilah yang kita kenal sebagai animisme dan dinamisme.

Pada zaman dahulu, nenek moyang manusia mencoba untuk menyembah sesuatu dzat yang lebih tinggi yang mereka percayai. Seperti pada zaman batu, nenek moyang manusia membangun monumen seperti menhir.
Menhir adalah salah satu peninggalan sejarah yang biasanya digunakan sebagai tempat pemujaan arwah nenek moyang oleh masyarakat terdahulu.
Meskipun ini terlihat sederhana dibandingkan dengan keberagaman tempat ibadah manusia sekarang, tetapi mereka menunjukan bahwa mereka ingin mencapai dzat yang tinggi semampu mereka dengan akal yang sederhana, peralatan yang sederhana dan dengan cara mereka sendiri.

Lantas bagaimanakah sejarah perkembangan agama-agama di dunia? Mari kita bahas bersama-sama.

Pengertian Agama

Sebelum lanjut ke bahasan pokok yaitu sejarah agama-agama di dunia, mari kita pelajari terlebih dahulu pengertian agama.

Kata agama berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu dari suku kata a dan gama. "a" berarti tidak dan "gama" berarti kacau. Sehingga jika digambungkan kata agama berarti tidak kacau atau adanya keteraturan.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dengan manusia dan lingkungannya.

Menurut Harun Nasution, agama adalah suatu sistem kepercayaan dan tingkah laku yang berasal dari suatu kekuatan yang gaib. Menurut M. Ali Imron menyimpulkan bahwa agama adalah tindakan manusia untuk mengembalikan ikatan atau memulihkan hubungan mereka dengan Tuhan atau illahi.

Dengan demikian bahwa pada dasarnya manusia menganut kepercayaan atau sebuah agama bertujuan agar mereka bisa hidup dengan teratur sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan oleh Tuhan.

Kepercayaan Peradaban Kuno

Sebelum adanya agama-agama yang kita kenal saat ini, pada masa peradaban kuno telah muncul sistem kepercayaan yang dianut oleh masyarakat saat itu.

Peradaban tersebut diantaranya peradaban Mesopotamia, Babilonia, Mesir Kuno, Yunani Kuno dan Romawi Kuno. Pada umumnya sistem kepercayaan mereka menyembah banyak dewa.

Namun pembahasan ini bukan menjadi fokus utama kita, sehingga kita skip saja dan lanjut ke bahasan utama.

Sejarah Perkembangan Agama-agama di Dunia

Sejarah Lahirnya Agama Hindu

Perkembangan Agama Hindu
Pura Meru, Lombok

Menurut M. Ali Imron, bila kita ditelaah kembali agama Hindu lebih merupakan suatu cara hidup dari pada kumpulan kepercayaan.

Sejarahnya juga menerangkan mengenai isi kandungan yang meliputi seluruh kepercayaan, mana yang harus dilakukan, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Karena begitu luasnya pemaparan tentang agama Hindu, membuat agama ini sulit dipahami mengenai asal muasalnya.

Hal ini terjadi karena sejarah agama Hindu telah ada sebelum masa penulisan sejarah berkembang. Selain itu, agama Hindu juga tidak diketahui secara pasti siapa pembawa pertama ajarannya. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor sulitnya mempelajari sejarah agama Hindu.

Namun diyakini bahwa agama Hindu terbentuk dari beberapa keyakinan seperti keyakinan bangsa Arya dan Dravida. Kedua keyakinan bangsa besar ini yang pada akhirnya melahirkan agama Hindu.

Sejarah Lahirnya Agama Buddha

Sejarah Lahirnya Agama Budha
Umat Budha di Borobudur

Sejarah lahirnya agama Buddha tidak terlepas pada seorang pangeran yang bernama Siddartha Gautama. Sidarta Gautama merupakan seorang putra dari raja Sudhodana Gautama dan Dewi Mahamaya dari kerjaan kecil di Kapilawastu di India utara yang berbatasan dengan Nepal. Siddartha Gautama dilahirkan pada tahun 563 sebelum mashi di India Utara. Kemudian Siddartha tumbuh sebagai seorang putra dari raja Sudhodana.

Pada usia 29 tahun, Siddartha menjumpai 4 perkara yang menjadi alasan untuk meninggalkan istana. Yang pertama tanpa diduga ia bertemu dengan orang yang sangat tua di luar istananya. Kedua, ia bertemu dengan orang sakit yang mengkhawatirkan. Ketiga, ia melihat orang meninggal. Dan keempat, ia berjumpa dengan seorang petama yang sederhana yang wajahnya tampak kedamaian dan pandangannya sangat tenang.

Setelah itu, Siddartha menyepi selama tujuh hari tujuh malam di tepi sungai Anoma untuk merenungi kehidupan yang dijalankannya.

Setelah bertapa selama tujuh hari tujuh malam, Siddartha Gautama berguru kepada dua brahmana yang terkenal pada saat itu yaitu Alarakalama dan Udnaka Ramaputra. Dari kedua brahmana inilah Siddharta mendapatkan ilmu pengetahuan, pelajaran dan penerangan.

Setelah selesai berguru, kemudia Siddharta tinggal di Uruwela. Di sana, Siddharta menjalani hidup dengan berpuasa dan menjalani segala percobaan untuk menguasai dirinya. Sejak inilah Siddhartha dikenal sebagai petapa yang suci. 

Kemudia pada suatu hari datanglah 5 orang petapa yang ingin jadi muridnya. Akhirnya kelima petapa tersebut diangkat menjadi muridnya. Siddhartha dan kelima petapa lainnya terus menjalani kehidupan tersebut selama kurang lebih 6 tahun. 

Namun kondisi fisik Siddhartha lemah dan ia tersadar bahwa cara yang ia gunakan salah. Akhirnya dia mengakhiri cara tersebut dan menjalani kehidupan seperti manusia pada umumnya. Kelima petapa yang menjadi muridnya pergi meninggalkan Siddharta karena dianggap telah murtad. 

Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya Siddharta berhasil mendapatkan penerangan dan menjadi Buddha. Petunjuk yang ia peroleh terjadi pada malam bulan purnama di bulan Waisak. Ketika itu ia sedang mengheningkan cipta di tepi sungai Neranjara di bawah pohon Asatta atau dikenal sebagai pohon Bodi.

Setelah mendapatkan penerangan dan pengetahuan, dia terus menyebarkan risalah yang ia dapatkan. Selama kurang lebih 45 tahun, Siddhartha berkelana menyebarkan Dharma kepada umat manusia dengan penuh cinta kasih dan kasih sayang.

Sejarah Lahirnya Agama Konghucu

Agama Konghucu telah dikenal oleh masyarakat Tionghoa sejak 5000 tahun yang silam. Konghucu bukan sekedar sebuah ajaran yang dibawa oleh Konfusius, melainkan agama yang telah diturunkan oleh Thian (Tuhan Yang Maha Esa), melalui para nabi dan raja suci purba semenjak ribuan tahun sebelumnya.
Konfusius adalah nabi yang menjadi penerus, pembaru dan penyempurna agama Rujiano yang disebutkan dalam kitab suci Susi VII. 1.2.
Berat perjuangannya, agama Konghucu terus meluas dan pada akhirnya menjadi salah satu mata pelajaran wajib yang ada di sekolah-sekolah.
Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, pada waktu itu agama Konghucu mempunyai lembaga khusus untuk mempelajari ajaran agama ini. Itulah sebabnya, kedudukan agama Konghucu menjadi sangat istimewa di Tiongkok.

Sejarah Lahirnya Agama Zoroaster

Peneliti meyakini bahwa agama Zoroaster hadir di dunia kira-kira 2000-1800 sebelum masehi. Pendapat ini didasari pada zaman pembawa agama ini yaitu Zarathustra hidup. 

Dilihat dari perkiraan tahun munculnya agama ini, maka tidak dapat dipungkiri bahwa agama ini menjadi agama wahyu yang tertua dan masih hidup sampai sekarang. 

Agama ini pernah menjadi agama negara bagi tiga kerajaan yang ada di Iran yang terus berkembang sejak abad ke-6 sebelum masehi sampai abad ke-7 masehi.  Setelah Zarathustra berhasil mengembangkan ajarannya di Persia, raja-raja dari Dinasti Achaemidas pun menjadi penganut agama Zoroaster sampai Raja Darius III.

Ketika kekaisaran Persia ditaklukan oleh Alexander The Great, eksistensi agama ini meredup yang intensif di seluruh wilayah Persia.

Selama proses meredupnya eksistensi agama ini, pemaksaan kebudayaan, mitologi dan filsafat yang berlangsung selama 5 abad di bawah pemerintahan Dinasti Seleucids dan Dinasti Arsacids secara perlahan peradaban Persia lenyap dan diganti dengan peradaban Yunani.

Mtologi Yunani yang memuja dewa Zeus yang dmelambangkan dewa Matahari, beserta pemujaan dewa-dewa lainnya diserap oleh masyarakat Persia hingga akhirnya agama Zoroaster asli tang menganut monoteisme (Tuhan tungga) digantikan oleh aliran-aliran Mazdaism, Mithraism dan Machaenism.

Aliran tersebut terus berkembang dan kekuasaan Dinasti Sasanid pun kembali. Setelah kembali bangkit dan bercampur dengan kepercayaan Yunani, agama Zoroaster kembali meredup. Meredupnya agama ini karena runtuhnya Dinasti Sasanid.

Tercatat dalam sejarah bahwa Dinasti Sasanid runtuh oleh kekuasaan Islam yang saat itu dipimpin oleh Khalifah Umar bin Khatab. Selain dari runtuhnya Dinasti Sasanid, perkembangan agama Zoroaster berakhir.

Saat ini, populasi Zoroaster di Iran tercatat sekitar 25000 orang dan mayoritas dari mereka tinggal di Teheran, kerman dan Yazd.

Sejarah Lahirnya Agama Shinto

(dalam tahap penulisan)

Sejarah Lahirnya Agama Yahudi

(dalam tahap penulisan)

Sejarah Lahirnya Agama Kristen

(dalam tahap penulisan)

Sejarah Lahirnya Agama Islam

Menurut catatan sejarah, agama ini diturunkan di kawasan Jazirah Arab. Sebelum kedatangan Islam, penduduk Jazirah Arab memiliki kepercayaan seperti pagaisme, Yahudi dan Kristen. Namun, sebagian besar penduduk Jazirah Arab menyembah berhala. 

Bahkan saat itu, tercatat ada 360 berhala yang mengelilingi Ka'bah. Beberapa nama berhala yang disembah pada saat itu antara lain, Hubal, Latta, Uzza dan Manat.

Selain itu, menurut buku Sirah Nabawiyah (karya M. Sa'id Ramadhan) ada kepercayaan lain yang dianut oleh sekelompok masyarakat saat itu. Kepercayaan tersebut disebut Hanifiyah

Sekelompok masyarakat tersebut mencari agama Ibrahim yang murni dan tidak terkontaminasi dengan nafsu penyembahan berhala, serta tidak menganut agama Yahudi dan Kristen tetapi mengakui keesaan Allah. 

Tepat pada tanggal 17 Ramadhan atau 6 Agustus 611 masehi, melalui malaikat Jibril, Allah Swt menurunkan wahyu kepada seorang nabi yang bernama Muhammad. Dengan turunnya wahyu tersebut, nabi Muhammad terpilih menjadi seorang rasul. Sebagai seorang rasul Nabi Muhammad Saw, mengajak seluruh umat manusia untuk berada di jalan Allah Swt. 

Saat itulah peradaban Islam dimulai. Pada awal menyebarkan ajaran Islam, nabi Muhammad hanya mengajak keluarga dan orang terdekatnya saja serta dengan cara sembunyi-sembunyi. 

Setelah sekian lama, Allah Swt memerintahkan kepada nabi Muhammad untuk dakwah secara terang-terangan. Berbagai upaya telah beliau lakukan untuk menyebarkan agama Islam di kalangan masyarakat Arab. Namun upaya tersebut tidak berjalan dengan mudah. Kuatnya keyakinan masyarakat Arab terhadap tradisi yang selama ini mereka jalani menjadi faktor ketidak berhasilan nabi Muhammad menyebarkan Islam pada saat itu. 

Lambat laun penganut agama Islam pun terus bertambah banyak, kaum Quraisy yang menolak ajaran tersebut geram dan terus melakukan perbuatan buruk kepada nabi Muhammad dan pengikutnya. Berbagai cara dilakukan oleh kaum Quraisy agar nabi Muhammad menghentikan dakwahnya. 

Penderitaan nabi Muhammad memuncak ketika beliau ditinggalkan oleh pamannya yaitu Abu Thalib dan istrinya yaitu Siti Khadijah. Tahun ini dikenal sebagai Tahun Kesedihan ('amul huzni). Pada saat menghadapi ujian ini, nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah Swt, untuk melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis di Palestina melalui Sidratul Muntaha. Perjalanan ini kemudian dikenal sebagai Isra' Mi'raj.

Peristiwa Isra' Mi'raj ini terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 11 sesudah beliau diangkat menjadi seorang rasul. Dalam peristiwa ini beliau mendapatkan syariat untuk melaksanakan salat lima waktu. Setelah mendapatkan syariat tersebut, nabi Muhammad terus menyebarkan ajaran agama Islam.

Kemudian pada tahun 622 Masehi, nabi Muhammad Saw, memutuskan untuk hijrah atau berpindah dari Makkah ke Madinah. Peristiwa ini juga menjadi awal lahirnya tahun Islam atau tahun Hijriyah.

Di kota Madinah Islam terus mengalami perubahan yang besar. Penganut agama Islam mulai membangun peradaban dan terus menyebarkan agama Islam. 

Setelah beberapa lama nabi Muhammad mamimpin Islam di Madinah, beliau menunaikan ibadah Haji bersama paengikutnya. Ibadah haji ini dikenal sebagai haji Wada' atau haji terakhir karena berselang 2 bulan nabi Muhammad wafat. Nabi Muhammad Saw wafat pada tanggal 13 Rabi'ul Awal tahun 11 Hijriah. Kemudian beliau dimakankan di Masjid Nabawi.

Tonggak kepemimpinan Islam kemudian dilanjutkan oleh para Khalifah. Secara berturut-turut umat Islam dipimpin oleh Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Keempat khalifah ini kemudian dikenal sebagai Khulafaur Rasyidin. 

Setelah kepemimpinan dipimpin oleh para Khulafaur Rasyidin, kepemimpinan Islam secara berurutan  dipimpin oleh Bami Umaiyah, Bani Abbasiyah dan Kesultanan Ustmaniyah.

Peradaban Islam terus berlanjut hingga akhirnya Islam berkembang menjadi agama dengan jumlah penganut terbanyak kedua setelah Kristen.

Penutup

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi karena hasil pemikiran manusia, maka perkembangan agama-agama di dunia pun ikut mengiringinya. Yang mulanya manusia menyembah dengan sarana yang sederhana, cara sederhana dan dengan cara mereka sendiri. Namun kini manusia bisa menyembah yang mereka percayai dengan sarana yang lebih baik dan dengan konsep keagamaan yang teratur.

Referensi bahasan: Buku "Sejarah Terlengkap Agama-Agama di Dunia" penulis M. Ali Imran

Sekian pembahasan mengenai Sejarah Agama-agama di Dunia semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Terimakasih. Selamat belajar!

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak.