Pentingnya Keamanan Siber Bagi Pengguna Internet

Pentingnya keamanan siber bagi pengguna internet
Ilustrasi

Dalam beberapa tahun terakhir kejahatan dengan menggunakan jaringan global dan kemajuan jaringan internet semakin meningkat. Kejahatan tersebut semakin menambah kerentanan keamanan informasi dari ancaman siber (cyber threat). Tercatat ada bulan Mei 2017, terjadi serangan siber Ransomware WannaCry. Serangan tersebut menggemparkan dunia karena menyebabkan gangguan pada perusahaan dan rumah sakit di lebih dari 150 negara termasuk Indonesia. Menurut Maulia dalan jurnalnya mengatakan bahwa serangan tersebut menjadi panggilan untuk melakukan kerjasama dalam hal keamanan siber (cybersecurity) yang lebih luas dengan negara-negara di seluruh dunia. 

Mengingat saat ini era-nya belanja online dan cashless, data pribadi kita ada di internet. Oleh karena itulah agar tidak terjadi penyalahgunaan data, cybersecurity penting untuk dilaksanakan. Bukan hanya data pribadi saja yang beresiko, namun data perusahaan pun rentan terkena cybercrime atau serangan siber. 

Memahami Cybersecurity

Cybersecurity (Keamanan Siber) secara konvensional adalah sesuatu yang terkait dengan sebuah perlindungan informasi yang ada di dalam lingkungan digital dari penyusupan, akuisisi ataupun eksploitasi tanpa izin. Disamping definisi trsebut, cybersecurity memiliki makna yang jauh lebih luas. Dikutip dari buku seri literasi digital keamanan siber pemerintah, lembaga, media dan masyarakat sama-sama menggunakan istilah cybersecurity untuk merujuk berbagai hal dalam konteks yang lebih luas. Seperti isu cybersecurity berikut ini. 
  1. Suatu serangan phishing menyebabkan jebolnya data log-in akun bank banyak orang;
  2. Kelemahan piranti lunak (software) yang membuat private key server, cookies serta password pengguna mudah dijebol;
  3. Sistem keamanan informasi rumah sakit yang lemah dan menghambat akses data pasien;
  4. Dsb.

Elemen Penting Dalam Cybersecurity

Cybersecurity merupakan sebuah sistem, dimana terdapat elemen-elemen penting agar keamanan siber dapat terwujud. Meskipun pada dasarnya cybersecurity memfokuskan untuk menjaga keamanan jaringan dari serangan oknum yang tidak bertanggung jawab. Beberapa elemen penting dalam membangun cybersecurity yang dikutip dari edge-cyber.com antara lain: 
  • Kemanan aplikasi;
  • Keamanan informasi;
  • Keamanan jaringan;
  • Keamanan operasional;
  • Edukasi end-user;
  • Perencanaan pemulihan akibat bencana; dan
  • Perencanaan kelangsungan bisnis. 
Dari elemen-elemen tersebut dapat terlihat bahwa keamanan informasi, jaringan dan operasional semuanya berkesinambungan. Dari keamanan hingga pemulihannya pun dipikirkan dengan baik. Oleh karena itulah cybersecurity bukan sekedar keamnan jaringan saja.

Jenis-jenis Serangan Siber

Untuk memahami pentingnya keamanan siber (cybersecurity) perlu kita ketahui terlebih dahulu berbagai jeni serangan siber. Dikutip dari situs bapenda.jabarprov.go.id pembagian jenis-jenis serangan siber dapat dikategorikan menjadi dua yaitu berdasarkan motif dan aktivitasnya.

Berdasarkan motifnya

Berdasarkan motifnya, jenis-jenis serangan siber (kejahatan siber) antara lain:
  1. Kejahatan siber sebagai kejahatan murni. Pada kejahatan siber jenis ini, seseorang atau kelompok yang melakukan serangan siber tersebut secara sengaja dan direncanakan dengan baik untuk melakukan pengrusakkan dan pencurian terhadap suatu sistem informasi atau sistem komputer.
  2. Kejahatan siber sebagai tindak kejahatan abu-abu (kejahatan siber semu). Kejahatan siber jenis ini tampak bingung (abu-abu) karena kejahatan ini tidak jelas antara kejahatan kriminal atau bukan karena orang yang melakukan pembobolan tersebut tidak merusak ataupun mencuri dari sistem informasi atau sistem komputer yang diserangnya.
  3. Kejahatan siber yang menyerang hak cipta atau hak milik orang lain. Kejahatan siber yang menyerang hak cipta ini merupakan kejahatan yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap hasil karya orang lain dengan motif menggandakan, memasarkan, mengubah yang bertujuan untuk kepentingan pribadi atau umum dan demi materi ataupun nonmateri.
  4. Kejahatan siber yang menyerang pemerintah yang berdaulat. Kejahatan ini merupakan kejahatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok kepada pemerintah. Orang atau kelompok tersebut mempunyai alasan untuk melakukan terror, melakukan pembajakan dan merusak keamanan yang bertujuan untuk mengacaukan sistem pemerintahan, atau bisa saja menghancurkan suatu negara.
  5. Kejahatan siber yang menyerang individu. Kejahatan ini biasa terjadi kepada orang-orang penting yang berpengaruh. Atau bisa saja karena adanya dendam sehingga melakukan kejahatan siber ini. 

Berdasarkan jenisnya aktivitasnya

Sedangkan berdasarkan jenis aktivitasnya, kejahatan siber dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:
  1. Pengaksesan yang tidak sah pada sistem dan layanan komputer. Salah satu kejahatan yang sering terjadi adalah terjadinya pengaksesan secara paksa terhadap sistem atau computer milik pihak lain. Seseorang atau kelompok yang mengakses secara paksa dan illegal bisa saja mencuri, mengubah bahkan menghapus data penting yang ada di dalam sistem atau jaringan komputer tersebut.
  2. Mengunggah konten ilegal dan bohong (hoax). Kejahatan ini juga ramai terjadi apalagi dalam beberapa bulan terakhir. Biasanya seseorang atau kelompok yang mengunggah kontel illegal dan bohong mempunyai tujuan untuk menjatuhkan nama baik pihak-pihak tertentu. Tentu saja ini sangat merugikan bagi pihak yang
  3. Mata-mata yang melakukan pengintaian melalui teknologi siber. Kegiatan ini tentu dapat merugikan pihak lain karena bisa saja rahasia penting bisa terbongkar.
  4. Penyabotasean dan pemerasan siber. Kasus ini terbilang paling jahat diantara ­cybercrime yang lain. Karena seseorang atau kelompok yang berhasil masuk ke sebuah sistem atau jaringan komputer bisa menghancurkan sistem dan jaringan yang ada sehingga sistem dan jaringan komputer tersebut tidak dapat digunakan kembali.
  5. Pelanggaran terhadap kekayaan intelektual. Kejahatan ini paling sering terjadi dan tanpa disadari. Karena seseorang bisa saja terinspirasi dari pihak lain sehingga mencoba untuk membuatnya. Namun jika benar terjadi dan ada pelanggaran hak cipta, seseorang atau kelompok yang melakukan pelanggaran hak cipta ini bisa dituntut. Sanksi yang diberikannya pun bisa beruba denda ataupun kurungan penjara.
  6. Pembobolan/ peretasan pada sebuah sistem atau jaringan komputer. Kegiatan ini bisa terjadi karena adanya celah pada sistem atau jaringan komputer. Seseorang yang melakukan pembobolan bisa merusak dan mengambil alih sistem atau jaringan komputer yang ada.
  7. Penyalahgunaan kartu kredit. Data penting yang ada dalam sebuah sistem atau jaringan komputer yang telah dibobol dan diretas pihak lain bisa saja diambil dan disalahgunakan. Salah satunya adalah data kartu kredit. Data kartu kredit bisa disalahgunakan oleh pihak lain dengan tujuan untuk melakukan pembelian sesuatu dengan kartu kredit tersebut namun pemilik kartu kredit tersebut tidak mengetahuinya. Tentu saja ini sangat berbahaya dan dapat merugikan.
Berbagai jenis serangan siber tersebut dapat mengancam semua kalangan tak terkecuali. Sehingga pentingnya sebuah keamaan siber yang serius sehingga bisa menjaga hak privasi semua kalangan.

Pentingnya Cybersecurity

Telah dijelaskan diatas bahwa banyak sekali bentuk tindakan dari cybercrime. Cybercrime bisa menimpa pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Bukan hanya perusahaan-perusahaan besar yang memiliki banyak rahasia yang bisa diserang oelh kejahatan siber tersebut namun kita semua. Oleh karena itulah cybersecurity wajib dilaksanakan.

Lembaga pemerintahan ataupun lembaga terkait lainnya sudah mengupayakan agar kejahatan siber bisa tertangani, diantaranya ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mengatasi cybercrime, yaitu: 
  • Menguji hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak) yang mencakup pengujian sistem dan jaringan. Hal-hal yang diuji berwifat teknis karena agar bisa mengukur kehandalan sebuah sistem tersebut.
  • Upaya perlindungan data dengan hukum. Pemerintah setempat sudah mengupayakan adanya perlindungan data sehingga ketika terjadi kejahatan siber bisa ditindak dengan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
  • Upaya prosedur dan standar tertentu agar terhindar dari suatu kejahatan siber. 
Upaya-upaya tersebut terus dilakukan karena kejahatan siber sangat merugikan pihak lain. Ada beberapa dampak dari kejahatan siber yaitu diantaranya adalah pencurian data penting seperti nomor pribadi, nomor kartu kredit, pin ATM dan sebagainya, penyalahgunaan data dan lain sebagainya. Tentu saja hal tersebut bisa merugikan. Yang dirugikan bukan hanya moril namun materil juga bisa dirugikan. 

Riset yang dilakukan oleh perusahaan ternama dibidang keamanan siber yaitu McAfee yang dirilis pada tanggal 21 Februari 2018 menyatakan bahka kerugikan akibat adanya cybercrime mencapai 600 $ Amerika Serikat atau setara dengan Rp. 8.160 triliun (1 $US = Rp. 13.600) per tahun. 

Kesimpulan

Cybercecurity merupakan suatu tindakan untuk melindungi data yang ada di lingkungan digital dari penyusupan, akusisi maupun eksploitasi tanpa izin dari pengelola sistem digital tersebut. Kejahatan siber (cybercrime) dari tahun ke tahun terus meningkat. Tercatat pada tahun 2017 sebuah Ransomware WannaCry. menyerang perusahaan dan rumah sakit di lebih dari 150 negara termasuk Indonesia. Cybersecurity sangat penting dilakukan karena dapat menurunkan resiko terjadinya penyusupan ataupun akusisi tanpa izin. Kejahatan siber bisa menyebabkan kerugian moril maupun materil, penyalahgunaan data ataupun penghapusan data. 

Referensi
  • M. J. Islami, “Tantangan Dalam Implementasi Strategi Kemanan Siber Nasional Indonesia Ditinjau Dari Penilaian Global Cybersecurity Index,” Jurnal Masyarakat Telematika dan Informasi, vol. 8, no. 2, pp. 137-144, 2017.
  • D. A. P. H. S. L. K. N. M. M. Deni Ahmad, Kebijakan Cybersecurity dalam Persepektif Multistakeholder, Jakarta: Kominfo, 2018.
  • Admin. (2017, Nov 10). Jenis Cybercrime Berdasarkan Jenis dan Aktivitasnya. [Online]. Tersedia: https://bapenda.jabarprov.go.id/2017/11/10/jenis-cybercrime-berdasarkan-motif-dan-aktivitasnya/
  • Franedya. (2018, Feb 22). Kerugian Akibat Kejahatan Siber Mencapai 8.160T/Tahun. [Online]. Tersedia: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20180222063411-37-5062/kerugian-akibat-kejahatan-siber-mencapai-rp-8160-t-tahun